07 Mei 2009

Hidupku nyaman tak ada beban

Hari ini, sekarang dan entah sampai kapan aku akan selalu merasakan hidup tenang, nyaman dan sama sekali tak ada beban. Padahal kalau di pikir secara logika seharusnya aku frustasi dengan tak adanya kesibukan atau aktifitas sehari-hari. Tapi ya ginilah, yang aku rasakan sekarang mungkin lebih baik ketimbang kemarin-kemarin. Emang sich dulu aku sempat frustasi karena gak dapat-dapat juga pekerjaan. Setelah lulus SMA aku sempat nganggur setahun, kemudian dapat kerja tapi cuma kontrak beberapa bulan saja. Setelah lebaran tahun 2008 lalu sampai sekarang aku masih nganggur. Aku bikin enjoy aja hidup ini, gak terlalu mikirin hidup yang serba sulit, rumit,dan banyak masalah. Entah mulai kapan lagi aku mau sibuk cari-cari kerja lagi. Yang jelas untuk sekarang ini aku pengen nikmati dulu ketenanganku.

22 April 2009

Ini Hidup, itu Masalah

Aku sekarang berada di tempat yang gelap, sepi, sunyi dan senyap. Dalam keheningan malam ini mampu membuka pikiranku untuk bebas berekspresi lewat tulisan. Mungkin aku ada hobi sedikit untuk nulis, gak tiap hari aku nulis, bahkan bisa sebulan sekali kalau aku bener-bener ada masalah ini itu, gak tahu kenapa tiba-tiba banyak saja kata-kata yang kudu aku tulis. Dan aku merasa puas dengan hasil tulisanku. Mungkin aku jadi suka nulis karena belum siap saja untuk cerita sama teman atau sahabat yang bener-bener deket sama kita. Dengan mencurahkan semua keluh kesah kita lewat tulisan, pasti ada perasaan sedikit lebih lega. Curhat dengan menulis emang teman kita yang baik, gak di protes, tapi ya itu jeleknya gak bisa ngasih masukan buat kita. Setidaknya kita bisa lega lah untuk ngeluarin semua unek-unek kita lewat tulisan.




Mengapa hidup selalu dengan masalah? Mengapa selalu saja ada sikap orang yang kadang gak kita suka. Gak nyaman dan sebagainya. Emang macem-macem sich hal-hal yang kita alami dalam hidup ini. Ada hitam ada putih, ada gula ada semut, ada cinta pasti ada sakit hati. Sakit hati??? Oh tidak, pasti setiap orang gak pengen sakit hati, apalagi kita lagi seneng-senengnya sama orang yang kita cintai dan kita sayangi. Gak ada hujan gak ada angin, gak ada masalah, gak ada apa, tiba-tiba do'i minta putus. Oh tidak, kenapa itu terjadi.. Adakah dia rasa bosan sama kita??? Atau sebenarnya emang ada masalah kah yang gak mungkin untuk terus menjalani hubungan itu. Hmmm,, pastilah ada sebabnya kenapa do'i mutus kita. Saat do'i ngucapin kata putus, pastilah kita harus bisa pertahanin cinta itu. Udah hal yang wajar buat kita untuk mencegah hal yang tak di inginkan. Tapi kalau usaha kita untuk pertahanin emang gak bisa di terimanya, kita mau gimana lagi.,??? Hmmm,, mungkin sebagai orang yang sabar pasti masih bisa untuk mengangkat bahu dan berkata "yaudahlah kalau emang itu yang kau inginkan". Tapi kalau orang yang gak sabar, gimana coba??? Pasti bakalan nangis terus-terusan. Ngurung diri di kamar selama beberapa hari, gak makan, gak minum, gak pengen ketemu orang. Apalagi ada yang nekad sampai bunuh diri. Aduh sungguh berdosa pikiran kita kalau dangkal seperti itu. Buat apa sich bunuh diri. Hidup ini kan indah. Ngapain juga mati karena cinta?!! Jangan sampai segitunyalah kalau sakit hati. Gak ada gunanya kita nangisi buat orang yang udah gak perduli lagi sama kita. Lebih baik kita ambil air wudhu dan menghadap sang pencipta. Menghadap padaNYA agar di beri petunjuk. Menangis dan mengadu lah padaNYA. Karena hanya padaNYA kita bisa mengadu. Mungkin dengan begitu akan menjadikan hati kita lebih baik dan tenang.